Gara-gara Defisit Anggaran Sebesar Rp 16 Triliun, Pemprov DKI Mengharuskan Adanya Pemangkasan Anggaran Sejumlah Proyek, Ternyata Ini Penyebabnya!

Buntut defisit anggaran sebesar Rp 16 triliun mengharuskan adanya pemangkasan anggaran pembangunan sejumlah proyek Pemprov DKI tahun 2019. Anggaran awal Rp 500 miliar untuk revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) ikut dikurangi.

Pengurangan anggaran revitalisasi TIM dibahas di rapat Banggar di Gedung DPRD DKI. Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto awalnya mengatakan anggaran Jakpro diprioritaskan untuk kegiatan strategis mulai yakni rumah DP Rp 0, Stadion BMW, dan revitalisasi TIM.

Sponsored Ad

"Kalau soal proritas kita kembalikan ke kegiatan stratgeis, DP 0, stadion, dan TIM," ujarnya.

Anggota Banggar DPRD DKI Bestari Barus menilai revitalisasi TIM tahap awal cukup dengan angka Rp 200 miliar. Keputusan itu diambil mengingat ada defisit anggaran lebih dari Rp 10 triliun.

"Tim Rp 200 miliar aja cukup untuk gerakan awal. Kita masih defisit sampai Rp 10 triliun lho," paparnya.

Selain memangkas anggaran revitalisasi TIM, Banggar DPRD DKI Jakarta mencoret dana untuk pembelian eks kedutaan besar Inggris di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat yang ada dalam APBD DKI 2019. 

Sponsored Ad

Wakil Ketua Banggar M. Taufik menyoal batalnya pembelian lahan tersebut pada 2016 silam. Dia juga menyebut pembelian lahan eks Kedubes Inggris tidak penting.

"Kan waktu mau beli periode lalu bermasalah. Menurut saya, nggak terlalu penting eks Kedubes Inggris, mau dibikin rusun di situ kurang elok. Saya kira, udahlah, jangan mengulangi yang lalu, nanti kan jadi ramai. Yang lalu aja udah di-drop," kata Taufik.

Sponsored Ad

Beberapa anggota Banggar lainnya juga mengusulkan anggaran tersebut untuk didrop sementara. Wakil Ketua Banggar DPRD DKI Triwisaksana pun mengikuti usulan pencoretan dana pembelian eks Kedubes Inggris.

"Yang untuk pembelian lahan eks Kedubes Inggris kita drop ya," ujar Triwisaksana sambil mengetok palu.

Pemprov DKI sebelumnya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 470 miliar untuk membeli lahan eks Kedubes Inggris itu pada tahun 2016. Pembelian itu batal karena persoalan kepemilikan lahan.


Sumber: detik.com

Kamu Mungkin Suka