Sering Mengalami Masalah, Pemilik "Lion Air" Rusdi Kirana Mengakatan Kalau Maskapai Miliknya Merupakan yang "Paling Buruk" Sedunia, Ini Alasannya!

Kompas.com menurunkan tiga tulisan berisi wawancara wartawati majalah Angkasa, Reni Rohmawati, dengan Rusdi beberapa tahun lalu.

Petikan wawancara ini pernah dimuat di majalah Intisari edisi Desember 2013 dengan judul asli "Rusdi Kirana: Sosok Misteri – Who Makes People Fly". Pemuatan artikel ini atas seizin majalah Intisari. Ini adalah artikel ketiga dari tiga tulisan. Artikel sebelumnya silakan baca: Rusdi Kirana di Balik Lion Air (1): Saya Ini Pengusaha Airlines yang Penuh Misteri dan Rusdi Kirana di Balik Lion Air (2): Saya Membuat Orang di Indonesia Bisa Bepergian dengan Murah

Sponsored Ad

Apa yang akan Lion Air Group kembangkan untuk masa depan? 

(Lion Air Group memiliki maskapai penerbangan: Lion Air, Wings Air, Batik Air, dan Malindo Air di Malaysia, juga air charter Lion Bizjet. Selain itu, sedang dibangun pusat perawatan pesawat terbang –MRO, maintenance, repair, overhaul, di Batam, serta berbagai bisnis lain di luar penerbangan)

Sekarang kita sedang siapkan Thailion, maskapai penerbangan berbasis di Thailand. Tahun depan akan ke Myanmar dan Australia, juga ekspansi lagi ke negara-negara lain. Kita akan gandeng partner.

Sponsored Ad

Kita selesaikan masalah yang ada dari SDM dulu. Ke depan akan listing, tetapi nanti. Ada hal-hal yang sedang kita selesaikan, seperti membangun perumahan karyawan, sekolah, rumah sakit.

Karena kita swasta, kita bisa bebas. Kondisi kita tak membutuhkan pendanaan. Perusahaan kita profit, belum butuh dana luar.

Bagaimana Anda berbisnis? 

Sponsored Ad

Saya tak mau berdebat soal menipu atau tak menipu. Kalau memang saya menipu, tuntut saja ke pengadilan. D

alam negosiasi itu, kamu setuju saya setuju, kamu untung saya untung, atau kamu rugi saya untung. Saya beli pesawat lebih mahal, yang bodoh saya.

Tentang Boeing, saya dapat harga yang bagus karena saya berani ambil pesawat yang belum dibikin. Kemudian, kita berhasil. Itu kembali ke kejelian.

Dulu, di Indonesia, pakai B737-200 karena gampang pilotnya, teknisinya. Saya ambil MD-82 dengan 168 penumpang, lebih banyak 40 seat dari pesawat itu. Ini out of the box.

Sponsored Ad

Di bisnis itu, apa yang kita dapat bukannya apa yang bisa kita dapat. Itu adalah hasil negosiasi kita dan kerja keras. Ini bicara kerja kemanusiaan ya, bukan ketuhanan.

Saya sekarang kerja santai karena kita bisa buat orang bekerja dengan sistem dan kepercayaan. Mereka percaya bahwa mereka tak akan ditinggalkan oleh Rusdi. Kita timbulkan loyalitas.

Walaupun mulai sekarang ingin "membuka diri", Rusdi tak ingin eksposnya didramatisasi terkait kehidupan masa lalunya yang sulit.

Sponsored Ad

Ia bersyukur diberi kesempatan 13 tahun berkembang,

"Dan saya misterius, wajar orang ingin tahu. Saya dapat e-mail dari berita di Washington Post. Di sana ditulis tentang saya "… an airlines who domain Indonesia’s domestic market run by unnamed."

Saya dianggap orang misterius. Saya juga disebut psycho businessman. Padahal, saya tidak pemalu," tuturnya.

Ia pun cerita sewaktu diminta bicara di Washington University untuk program MBA-nya karena salah seorang anaknya sekolah di sana.

Sponsored Ad

"Saya ditanya, di-compare dengan airlines di Amerika, Lion Air seperti yang mana? Saya bilang, tak ada. Airlines saya adalah yang terburuk di dunia. My airlines is the worst in the world, but you have no choice (Maskapai Saya Paling Buruk di Dunia, tetapi Anda Tak Punya Pilihan) . Makanya, ada yang bilang, Lion Air dibenci, tapi dirindu," tuturnya.


Sumber: patriotnkri.com

Kamu Mungkin Suka